Monday, September 10, 2012

CARA MERAWAT MURAI BATU BAKALAN

Salam kicau mania,

Ane mau berbagi pengalaman ane nih kicau mania tentang cara merawat murai batu bakalan.Kita harus bisa membedakan antara murai batu hasil tangkapan dari hutan dengan hasil ternak kicau mania. Murai batu hasil tangkepan biasanya lebih memiliki variasi kicauan, namun memiliki tingkat kicauan yang lebih awal pemeliharaannya, lain halnya dengan murai batu hasil ternak/ penangkaran kita bisa langsung terapkan cara perawatan murai batu yang sudah banyak diulas oleh banyak blog-blog kicau mania yang lebih berpengalaman atau gak dengan postingan ane ini kicau mania.

Langsung aja kita ke pokok bahasan ya kicau mania?begini perawatannya :
1.Tempatkan bakalan murai batu bakalan pada sangkar kotak terlebih dahulu (sangkar yang paling jelek dulu gak apa-apa) dan ukurannya jangan terlalu besar, hal ini bertujuan agar murai batu lebih sempit ruang geraknya dan gak loncat kesana kemari (kaya ayu ting ting) biar lebih tenang.
2. Gunakan satu tangkringan saja kicau mania dan beri tempat pakan dan minuman yang besar. Tutuplah sangkar dengan Koran atau kerubung yang sudah dujual ditoko-toko bertujuan agar burung lebih tenang dan cepat beradaptasi.
3. Untuk makanan berikan ja voer yang dicampur dengan kroto dan ulat hongkong atau ulat kandang dan bisa berikan jangkrik juga. Tujuannya agar murai batu bisa makan voer.
4. Gantang sangkar dan tempelkan pada dinding rumah anda yang sepi tidak dilalui banyak orang, bersihkan dan cek pakan dan air minum 3 x sehari saja.
5. Jangan sekali-kali kita mandikan murai batu sebelum terlihat murai batu tersebut mandi sendiri.
6. Lihat kotoran burung apakah sudah makan voer belum, jika sudah kita bisa melakukan perawatan murai batu secara umum. Kita bisa menjemur burung pakai kerodong dan jangan terlalu lama.
7. Jangan gelantang brung ditempat yang terlalu banyak lalu lalang orang dan jangan buka kerodong sampai burung berkicau lantang.
8. Ucapkanlah Bismillah dan sabar saja bila merawat murai batu bakalan.

demikian artikel dari ane para kicau mania semoga bermanfaat.
salam kicau mania,


usibirdsop16.blogspot.com 
     
Tempatkan bakalan murai muda hutan pada sangkar kotak terlebih dahulu, jangan langsung menggunakan sangkar murai yang berbentuk bulat besar. Sangkar kotak jangan terlalu besar pilih yang sedang saja, ini bertujuan agar murai bakalan lebih sempit ruang geraknya agar tidak loncat kesana kemari dan lebih tenang. 2. Gunakan satu tangkringan saja, beri tempat makanan dan minuman yang besar. Dan sangkar sebaiknya tertutup (bisa memakai koran) ini juga membantu burung murai bakalan lebih tenang dan cepat beradaptasi. Read more: http://gudangburung.blogspot.com/2012/02/cara-merawat-murai-batu-bakalan-muda.html#ixzz267G3BOyj

Read more at: http://gudangburung.blogspot.com/2012/02/cara-merawat-murai-batu-bakalan-muda.html
Copyright http://gudangburung.blogspot.com/ Under Common Share Alike Atribution

5 comments:

  1. Om..,pencerahan yang bermanfaat, tapi kalo mau beli MB bahan, selalu disarankan yang sdh nge voor saja, lebih aman. dari cerita para hobbies kok banyak yang beli MB belum ngevoor, gak lama di rumah sudah "di panggil kehadirat Nya"...
    semoga pengalaman Om Yan di atas bisa dibaca dan ber manfaat utk para kicau mania..

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Sama-sama gan, kita berbagi pengalaman aja..salam Kicau Mania.

      Delete
  3. Bwat para penghobi burung lebih apdol kalo pernah menjinakan atau membuat burung (apalagi murai) makan voer. ya selain bisa mempunyai murai dengan harga terjangkau (kalau brhasil). sedikit sering juga gan :
    1. kalau suka ada semut lebih baik di gantung/jangan di pempel pada didinding (karena pada sangkar ada pakan kroto,jangkrik & uh)
    2. periksa pagi dan sore makanan (kalau kena kotoran ganti kalau kurang tambahkan dan voer ganti 3 hari sekali)dan minum selalu ganti

    ReplyDelete